
Penampakan sebelum masuk Museum. Ada yang kenal?
Nike Ardilla menjadi sosok artis nasional yang kepergiannya banyak di tangisi oleh publik, bukan hanya penggemar namun juga pendengar setia. Kehadiran Nike Ardilla di blantika musik Indonesia menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Awal kemunculannya saya mengenalnya dengan lagu Seberkas sinar. Mungkin lagu ini pula yang menjadi sebuah kenangan.
Saat itu masih sekolah SMP kemudian sedang menyukai teman sekelas bernama A, seorang anak perempuan yang kalau di bilang cantik jujur nggak juga sih, cuma karena sering ngobrol jadi lama-lama suka dari dalam diri ini, dan waktu itu ada Pasar Malam di daerah Piasa Wetan tetangga desa saya yang untuk menjangkaunya bisa menggunakan sepeda maupun jalan kaki. Pada saat itu yang namanya anak-anak sepulang ngaji bersama teman-teman yang lain pergi ke pasar malam dan lagu "Seberkas Sinar"g sekali di putar di area pasar malam.
Suasana malam yang dingin dengan lagu "kala ku seorang diri hanya berteman sepi dan angin malam...." menjadi sebuah kenangan sendiri. walaupun pada akhirnya saya di buat malu sama orang yang aku cintai karena di tidak suka sama saya dan itu di sampaikan di depan teman-teman sekelas. malunya berasa hingga sekarang sih.... Malu dan kesal. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi Seberkas Sinar itu akan terus menerangi hati...
Kemudian ketika Nika Ardilla meninggal, saya pun tahu dari berita di radio karena saat itu TV masih belum semudah sekarang,tinggal di kampung yang tanpa listrik menjadi sebuah tantangan karena kalau nonton tvpun harus dengan Aki. Meski dari radio dan suasanapun hujan , tapi berasa sekali ikut sedih. Nike menjadi satu-satunya artis yang ketika meninggal aku tuliskan dalam sebuah coretan di hari itu, Minggu malam, 19 Maret 1995 ketika turun hujan.
Ya Nike Ardilla adalah sebuah kenangan, dengan lagu-lagunya yang menemaniku di usia yang menginjak akil baligh.

Di komplek Makam NIke Ardilla
ZIARAH KE MAKAM NIKE
Singkat cerita pada tahun 2004 saya yang sudah bekerja, melihat iklan di harian Pos Kota tentang ziarah ke Makam Nike Ardilla. Sebagai seorang yang suka dengan Nike Ardilla, ya saya bukanlah fans yang gimana gitu sih tapi suka dengan Nika Ardilla rahimahullah, akhirnya memberanikan diri untuk ikut daftar ziarah. Berbekal alamat yang tercantum dalam iklan yaitu di Jalan garuda Pinang Ranti di sebuah Wartel, akhirnya kesana berdua teman kantor bernama Iskandar selepas magrib sampai.
Begitu sampai di sana, di terima oleh seorang laki-laki lupa sih waktu itu nggak nanya namanya, dan ngobrol-ngobrol lama karena kebetulan panitianya tidak di tempat. Jujur saja saya sebelumnya tidak kenal satupun sama mereka. Namun karena ditunggu tidak juga datang, akhirnya masnya menyuruh langsung datang ke lokasi titik temu keberangkatan karena akan berangkat esok paginya. Titik keberangkatan berada di Uki Cawang.
Akhirnya paginya saya berdua teman saya ke uki untuk daftar sekaligus langsung berangkat. Dan barulah tahu kalau itu rombongannya mbak Ema yang belakangan baru tahu Ema Amrin. Saat itu untuk ziarah cukup mengeluarkan uang Rp. 45.000, Pulang pergi. bonus foto Nike Ardilla dan sudah termasuk tshirt warna putih bergambar Nike Ardilla.
Pada tahun 2004 fans Nike Ardilla tidaklah sebanyak sekarang yang tiap tahun ke Ciamis untuk Ziarah dengan peserta yang membludak. Kala itu satu bis , itupun tidak penuh. Sebagai seorang baru yang memang tahu akan acara tersebut dari iklan koran dan berangkat berdua teman kantor tentu seperti rusa masuk kota. Tidak kenal mereka satupun dan sejujurnya kenal Nike Ardillapun tidak semudah sekarang dimana segala informasi didapat dari internet. Dengan Emma Amrin? ya saya pun tau pada saat itu saja, ada beberapa nama-nama yang saat itu menjadi leader, seperti Emma, Evie dan Atun. kemudian dari kenalan saat ziarah saya kenal namanya Martini, John, Gani, Ara, Abdul, Hendar, Wanti, kayaknya ini saja sih yang saya ingat, walaupun mereka tidak ada yang ingat saya sih hehe. Mungkin yg masih sesekali komunikasi cuma Gani saja. Ini hanya mengenang saja sih siapa tau diantara nama tersebut ada yang masih ingat. Keberangkatan saat itu kalau gak salah tanggal 20 Maret hingga 21 Maret 2004.
Oke Perjalanan di mulai.
Berangkat ke titik kumpul di Uki seperti yang sudah disampaikan sama masnya yang ada di wartel kemarin malam, maka kami berdua sampai ke titik kumpul dan mencari bis yang kira-kira rombongan ziarah. Setelah ketemu nanya-nanya sebentar dan ke temu sama yang namanya mba Emma tersebut bahwa kami kemarin sudah daftar namun di suruh langsung ke lokasi saja. Masuk ke bis kemudian di bagiin kaos warna putih dan langsung di pakai. Mencari tempat duduk yang masih kosong. Singkat Cerita perjalanan pun di mulai dengan naik tol Jagorawi kemudian keluar di Cibubur dan selanjutnya perjalanan melewati Cileungsi hingga Cianjur dan masuk tol kembali di Padalarang.
Pada hari pertama, perjalanan di gass langsung ke Ciamis dimana terdapat makam Nike Ardilla. Selama dalam perjalanan, mengenal beberapa orang yang memang mereka sudah sering mengikuti ziarah kubur ke makam Nike Ardilla. Yang saya ingat ada Dewi dari Pamulang, Kenny, nggak banyak sih memang yang diajak ngobrol karena saya sendiri cukup lah mengikuti alur dan tujuan saja. Selama dalam perjalanan keberangkatan di putar kaset Dike Ardilla kalau gak salah sih milih Barbara atau Ara. Tahun 2004 masih ramai yang namanya Akademi Fantasi Indosiar, jadi saat lagu Dike mengalun dan membawakan lagu-lagunya ada lagu Nike ada juga lagunya Poppy Mercury, jadi obrolan kalau Dike membawakan lagunya nggak bisa keluar dari bayang-bayang penyanyi aslinya. Tapi itu nggak penting sih.
Sebelum sampai di Ciamis, karena waktu sudah lepas siang maka rombongan berhenti di rest area yang Ciamis hingga sampailah pada tujuan. Tahun 2004 masih ada "Kedai Nada" milik keluarga Nike Ardilla. Kita di sambut di kedai sejenak untuk selanjutnya bersama-sama ke makam Nike Ardilla. Ini memang baru pertama kali ke makam Nike, Sesampai di makam bersama-sama berdoa dengan dipimpin ustadz setempat. Setelah selesai maka acara bebas. Di sekitar makam terdapat mushola yang di dirikan dengan nama Nurul Ardilla. Sejenak berfoto bersama teman-teman. Malam harinya kita nginep di rumah keluarga Mamih Niningsihrat ibunda Nike yang dekat dengan kedai Nada.

D 27 AK, kalau nggak salah ini mobil saat itu sudah menjadi milik Lia Nathalia yang menang lelang. Maaf ya Posenya mungkin norak sih untuk jaman sekarang, tapi jaman dulu ya oke banget.
Sebuah mobil D 27 AK terparkir di samping mushola depan kedai Nada. Ya itulah saksi bisu mobil Nike Ardilla. Sempat berfoto di mobil tersebut. sih. Untuk MCK saat itu kita mandi di rumah-rumah penduduk yang memang menyediakan untuk itu. malamnya lebih banyak di gunakan untuk begadang dan bercerita sesama peziarah.
Esok paginya setelah mandi dan makan pagi, kita ke rumah Mamih Nike yang dekat makam. Pagi itu ada seorang peziarah yang nangis2 histeris sambil nyekik2 leher sendiri katanya melihat Nike dan ingin ikut Nike. Saya jujur cukup kaget sih kirain kesurupan. Tapi bukan, Mamih Niningsihrat ibunda Nike Ardilla hanya bilang "kecapean saja itu" kurang lebih begitu. Mamih Nining juga menanggapinya dingin. Toh akhirnya juga reda sendiri anak tersebut. Seorang anak perempuan, saya sendiri tidak mengenalnya sih. Mungkin dia karena excitednya jadi berbuat begitu.
Selepas makan pagi bersama, kami pun pamitan ke mamih Nike . Saat itu mamih Nike mengangis di pelukan Emma , yang saya ingat Emma mengatakan , "nanti juga datang lagi" kepada mamih. Sebagai seorang tua tentu sedih ketika ditinggal peziarah pulang. Perjalanan pun di lanjutkan ke Bandung. Kali ini perjalanan menuju museum Nike Ardilla yang terletak di jalan Soekarno Hatta.
Sesampai di museum, maka kita akan melihat koleksi-koleksi tentang Nike Ardilla yang di pajang, seperti baju-baju, atau replika kamar Nike Ardilla. Segala pernak-pernik Nike ardilla juga ada. Setelah puas perjalanan pun di lanjutkan kembali ke Jakarta dan Sayonara.
Ini adalah perjalanan saya ke makam Nike Ardilla untuk yang pertama dan hingga sekarang belum pernah kesana lagi meskipun sekarang jauh lebih banyak peziarahnya dan fans makin nambah tidak seperti dulu.
Semoga Nike Ardilla rahimahullah amal kebajikannya di terima Allah Subhanahu Wata'ala. aamiin
Ada yang pernah ke makam Nike Ardilla? atau ada yang penasaran ingin kesana?
Bagi yang mau kesana cukup gampang kok, letaknya di Desa Imbanegara Ciamis. Kalau yang pernah ke Jawa Tengah melalui jalur selatan pasti akan melewatinya. Terdapat plang Maqom Nike Ardilla. Nah disitu tempatnya. Yang masih bingung bisa nanya penduduk sekitar, atau lebih simpelnya ikut saja rombongan yang diadakan tiap bulan Maret.