Minggu, 19 November 2023

NOSTALGIA DENGAN PERANGKO, BEA POS YANG SUDAH LANGKA

Perangko seri pahlawan revolusi

Pernah Berkirim surat melalui kantor Pos? Pernah pengalaman menempelkan perangko sebagai biaya pengiriman surat melalui pos? Bagi generasi lama kantor pos menjadi salah satu pilihan untuk mengirimkan surat. Namun seiring berkembangnya waktu, pengiriman surat melalui kantor pos pun tidak lagi menggunakan perangko seperti dahulu, tarif pengiriman disesuaikan dengan jauh dekatnya jarak yang ditempuh tanpa harus membubuhkan perangko yang sudah memiliki nominal tertentu.  

Perangko Ibu Tien Suharto dan Gusdur

Apa Itu Perangko? Bagi generasi Milenial mungkin ada yang tidak tahu yang namanya perangko apalagi belum pernah berkirim surat melalui kantor pos. Prangko adalah secarik kertas berperekat sebagai bukti telah melakukan pembayaran untuk jasa layanan pos, bisanya bentuknya kecil persegi empat yang di gunakan sebagai biaya untuk mengirim surat melalui kantor Pos. Penggunaannya adalah dengan menempelkan pada sampul sebuah Surat atau Kartu Pos yang akan di kirimkan melalui Pos.


Kantor Pos di Indonesia menjadi satu-satunya sarana pengiriman yang menggunakan perangko. Perangko sendiri dapat di kategorikan sebagai perangko biasa (tarifnya lebih murah) dan perangko kilat. Setiap orang yang akan mengirmkan Surat harus membeli perangko terlebih dahulu untuk ditempelkan di sampul Surat dan siap di kirimkan baik dititipkan langsung ke Kantor Pos maupun di masukkan kedalam Bis Surat yang berwarna oranye dalam bentuk rumah kecil yang biasanya berada di jalan tertentu sehingga memudahkan pengirim Surat untuk memasukkannya tanpa harus ke kantor Pos yang biasanya berkilo kilo meter dari rumah. Selain di kantor Pos, di warung-warung terentu biasanya juga menyediakan perangko yang di jual ke konsumen.

Perangko Peserta Pemilu 1987

berbicara masalah perangko kita akan berbicara mengenai keindahan maupun tokoh yang ada di gambar perangko. Bagi saya perangko memiliki kendahan tersendiri dan karena tidak mampu membelinya maka al hasil perangko bekaspun jadi untuk di koleksi. Kalau di kalangan filatelis biasanya ada istilah sampul hari pertama di mana mereka akan berburu perangko yang dirilis di kantor pos tertentu, namun tak sedikit masyarakat yang mengkoleksi perangko bekas. Untuk mengkoleksi perangko bekas, ada proses yang harus di lalui yaitu menyobeknya dari amplop dengan hati-hati. Biasanya akan menyisakan sobekan kertas di perangko. Kemudian kumpulkan dulu jika sudah agak banyak maka untuk membuang kertas yang menempel di perangko adalah dengan merendam perangko dalam air panas. Setelah terkelupas lemnya maka menyisakan perangko yang rapi dan di angin-anginkan biar kering. Setelah selesai maka siap untuk dimasukkan kedalam album perangko yang kala itu masih di jual namun saat ini sih sudah sulit sekali di cari ya karena memang perangko sudah terlindas jaman digantikan teknologi lain seperti kilat khusus yang hanya mendapatkan resi tanpa menempel perangko lagi, atau semakin kesini main banyak jasa pengiriman diluar kantor pos maka orang akan memilih kemana akan mengirimkan suratnya.

Perangko Presiden Soeharto

Perangko sebagai bea atas pengiriman melalui pos sudah berlaku sejak jaman dulu, era Sukarno pernah memilikinya juga kemudian Era Pak Harto jadi presiden maka foto Suharto di perangko menjadi foto terbanyak yang saya miliki. Dari nominal Rp. 25, Rp. 55, Rp. 100, Rp. 350, juga Rp. 700, selain bergambar presiden, perangko juga di cetak berdasar tema seperti Tema Pon, Tema Haji, Tema Wajib Belajar, Tema Cerita Rakyat dan lain-lain. Pokoknya kalau kita mau mencermati maka terdapat keindahan disana. Tema Pelita (Pembangunan Lima Tahun) yang merupakan salah satu program Presiden Suharto, juga Tema Swasembada Pangan juga menarik untuk di koleksi. Tema Tarian Daerah, Thomas dan Uber Cup, Flora, Fauna, Olahraga dan banyak sekali tema-tema yang di cetak sebagai perangko.
Nominal menunjukkan nilai rupiah yang dapat di pakai untuk mengirim surat, banyaknya perangko dengan nominal tertentu itu pula yang akan di tempel.


Perangko Gerakan Nasional Orang Tua Asuh

Dari sekian Perangko Bekas yang saya punya paling suka edisi Ibu Tien Suharto, Perangko Ibu Tien termasuk perangko yang unik dan Gus Dur, kemudian Pemilu 1984, GN OTA, Casa Nurtanio CN-235 sebuah pesawat buatan anak bangsa, peluncuran satelit palapa yang kalau di perhatikan memiliki nilai sejarah yang dapat menggali dari gambar perangko tersebut. Atau seri perangko Soekarno, seri pahlawan revolusi dan juga seri-seri lainnya yang menarik. 

Bagaimana dengan Perangko Luar Negeri?  Perangko Luar Negeri menjadi bagian menarik dari apa yang saya kumpulkan namun tetap tidak dapat mengalahkan perangko perangko dalam negeri yang tentu saja lebih unik.

Seri Cerita Rakyat

Perkembangan Perangko saat ini sudah menjadi sesuatu yang sudah di tinggalkan seiring dengan teknologi komunikasi dan perkembangan internet yang sangat pesat sehingga Surat menyurat menjadi hal yang sudah jarang di lakukan terutama untuk mengabarkan sebuah kabar berita pada sanak saudara, kemudahan teknologi sudah menggunakan HP tinggal SMS atau nelpon lebih cepat dibanding dengan harus menunggu sepucuk surat yang datang. Memang Surat menyurat masih saja ada tapi lebih ke arah surat menyurat dalam bentuk dokumen dan mungkin kalaupun ada surat menyurat dalam bentuk kabar berita itu sudah langka sekali. Ditambah dengan munculnya agen-agen pengiriman lain selain pos yang menjadi pilihan masyarakat sehingga kebutuhan akan surat menyurat melalui pos pun kian ditinggalkan.

Bagaimana dengan pos sendiri apakah masih menggunakan perangko? Akhir akhir ini kalau kekantor pos setiap pengirim barang atau surat biasanya mengantri hanya untuk menunggu giliran untuk membayar dan menerima resi surat yang dikirim, so pasti tidak ada perangko bukan?
Namun bagi kalangan filatelis tentu masih bisa membeli perangko sampul hari pertama di kantor Pos Pasar Baru Jakarta atau jaringan kantor pos lainnya.

Namun demikian, saat ini jasa pengiriman sudah semakin banyak, tidak hanya melalui kantor pos sebagai sarana pengiriman surat, namun juga jasa-jasa pengiriman swasta yang kian menjamur. Kantor Pos identik sebagai tempat untuk mengirim surat karena pada jaman dahulu komunikasi tidaklah semudah jaman sekarang yang dapat menggunakan hp sebagai sarana mengirim kabar instan. Surat adalah sarana berkirim kabar yang jadul namun otentik. Berkirim surat dan menunggu balasan surat itu adalah alur yang biasanya terjadi. 

Tetapi masa ini, pengiriman surat sebagai sarana berkabar sangat berkurang dan boleh dibilang tidak ada, kecuali mengirim surat lamaran kerja, itupun saat ini dapat digunakan email. Jasa-jasa pengiriman saat ini juga lebih fokus pada jasa kiriman paket seiring kemajuan media sosial sebagai sarana jual beli.

Perangko sudah menjadi barang langka dan kian punah. Anda punya perangko bekas? yuk kita sharing

Perangko Seri Pahlawan

Perangko Seri kemerdekaan

Perangko Seri Memasyarakatkan olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat

Perangko Olimpiade Atlanta 1996

Perangko Presiden Soekarno

Perangko Seri Gedung UGM dan UI


Senin, 13 November 2023

SIMPATI NUSANTARA KARTU PERDANA ISI ULANG JELAJAH NASIONAL YANG EKSLUSIVE


 Handphone saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat, tak terkecuali usia tua maupun muda dan mulai ditinggalkannya telepon rumah sebagai sarana komunikasi. Perkembangan telekomunikasi sangatlah pesat terutama yang berhubungan dengan telepon genggam atau handphone. Pasca reformasi di Indonesia komunikasi menggunakan handphone sudah mulai menggeliat meskipun pada awalnya memiliki harga yang mahal untuk sebuah handset, seperti Nokia dan Erricson yang menguasai pasar pada saat itu. 



Pada tahun 2000an, perkembangan handphone tidaklah sepesat sekarang ini, hanya orang-orang tertentu saja yang membeli handphone mengingat komunikasi saat itu tidaklah semurah sekarang. Selain itu pada awal 2000an telekomunikasi tidaklah semudah sekarang yang serba berbasis internet namun masih menggunakan pulsa yang jika keluar dari zona yang ditentukan maka akan di kenakan tarif lebih mahal alias roaming. Misalnya ketika kita menggunakan nomor handphone Jakarta maka ketika kita mudik sebutlah ke Banyumas maka dikenakan tarif roaming, meskipun itu hanya terima telepon. atau Ketika kita menelpon keluar disaat sedang berada diluar jangkauan zona nomor telepon maka akan di kenakan roaming. 

Handphone masih merupakan barang mewah yang tidaklah dapat dengan mudah orang miliki, dan tingkat jangkauan sinyal pun masih sangat terbatas sehingga terdapat banyak blank spot. 

Berbicara tentang Handphone maka tidak bisa di lepaskan dengan yang namanya kartu perdana handphone. Berbicara kartu perdana handphone maka kita akan berbicara tentang produk pra bayar yaitu kartu perdana nomor handphone. Berbicara tentang kartu perdana prabayar tahun 2000an masih di dominasi oleh 3 provider yaitu Telkomsel, Indosat dan XL. 

Dan pilihan saya jatuh pada Telkomsel. Sebenarnya ini adalah nomor kedua saya karena pernah memiliki handphone namun di begal ketika naik Kopaja di daerah Volvo Pasarminggu. Sebuah pengalaman yang sangat pahit karena tidak ada yang nolongin. Setelah kejadian tersebut, saya di pinjamin handphone Nokia oleh seorang teman kuliah dan akhirnya saya kembali membeli kartu perdana. Simpati Nusantara. 

Simpati Nusantara merupkan salah satu kartu perdana prabayar yang pada saat itu memiliki harga yang cukup tinggi. Kartu perdana Simpati Nusantara dengan isi pulsa 100 ribu rupiah, saya beli di counter hp di daerah Pengadegan sebesar Rp 350.000, meskipun di kemasannya bandrolnya Rp. 250.000, sebuah harga yang mahal namun saat itu memang harga perdana tergolong mahal. Bahkan untuk sebuah nomor handphone tanpa pulsa yang bekas pun memiliki harga dengan kisaran 50 sd 100 ribu rupiah. Jauh sekali bedanya dengan sekarang yang memiliki harga sangat murah. 

Simpati Nusantara nomor Jakarta, pada saat itu belum bebas roaming nasional sehingga ketika kita akan keluar daerah Jakarta, akan terkena biaya roaming. Komunikasi yang sangat mahal tentu saja. Hal ini tentu saja membuat boros dalam pemakaian pulsa kalau sering-sering keluar kota Jakarta. 


Kartu Perdana Simpati Nusantara memiliki kemasan yang bagus dan ekslusive atau mewah dengan selongsong terbuat dari aluminium dan beberapa petunjuk yang ada di dalam kartu yagn dapat di baca-baca sebagai panduan pengguna nomor telepon tentu saja sangat menarik. Kenapa terdapat manual booknya? karena pengguna kartu GSM saat itu tidaklah sebanyak sekarang sehingga bagi pengguna baru maka harus membaca manual book yang telah disediakan. 

Namun demikian seiring berjalannnya waktu, roaming nasional pun di hapuskan untuk emua operator kartu GSM sehingga komunikasi lebih murah dan semakin kesini juga semakin maju teknologi. Pengguna handphone semakin banyak dengan pilihan provider yang juga semakin banyak sehingga memudahkan pengguna untuk berkomunikasi.

Ada yang punya simpati nusantara jadul juga? 

Minggu, 12 November 2023

BRISK GAYA RAMBUT PRIA 90an


Bagi generasi 90s, salah minyak rambut yang populer di kalangan anak muda atau kalau ngomongin gaya 90s anak muda itu memiliki sebutan kawula muda adalah Brisk. Ya minyak rambut yang terdiri dari 2 varian dengan tutup kemasan biru dan hitam. Kalau tutup kemasan hitam itu adalah Brisk Anti Dandruf.

Gaya Brisk, gaya pria masa kini, begitu kira-kira iklannya pada masa itu. Bagi saya sendiri yang merupakan generasi 'kampung', Brisk menjadi salah satu pilihan meski masih duduk di bangku SMP, dari dua varian Brisk kemasan tutup warna hitam menjadi pilihan saya. Wanginya yang khas dan daya set yang tidak terlalu kuat menjadi kesukaan para cowok 90s dalam menata rambut. 

Karena sekolahnya jauh, salah satu kendala kalau memakai minyak rambut adalah adanya endapan yang ada di kepala, berupa daki-daki yang menumpuk sehingga kalau di ambil dengan kuku dengan menggaruknya makan akan masuk kuku kotoran-kotoran yang ada di kepala. Namun demikian tetap tidak menyurutkan langkah untuk tetap memakainya. 

Aroma brisk yang khaspun hingga kini masih berasa dan ingin tetap mengulangnya. Harga Brisk pada waktu itu 1500 rupiah namun bagi anak SMP seperti saya yang uang sakupun hanya 200 perak terkesan mahal sekali. tetapi untuk bauran produknya, Brisk juga tersedia kemasan sachet yang dapat di ecer di warung-warung. 

Namun sayang sekali Brisk sudah tidak berproduksi lagi, namun demikian Brisk sudah di beli oleh Clear, sehingga sampai kinipun minyak rambut Clear by Brisk masih bisa di temui di supermarket. Namun demikian baunya berbeda dengan apa yang dulu pernah memakainya. Sehingga aroma nostalgianya pun tidak dapat di peroleh dari Clear by Brisk. Tidak merasa memiliki kedekatan lagi, dan produk tersebutpun tidak saya pakai.


Ada yang kangen juga dengan Gaya Brisk?

Kamis, 09 November 2023

DAVOS BIRU, KEMBANG GULA RASA JADUL


 Bagi generasi lawas alias jadul terutama yang tinggal di Banyumas dan sekitarnya, pada masa kecil tentu masih ingat jajanan-jajanan jadul seperti kembang gula. Ada banyak sekali jajanan kembang gula pada pertengahan 80an hingga 90an yang tentu saja masih diingat. Kembang Gula unyil , Strong cap Kresna, Kembang gula cecek, dan juga Davos. Merek Davos juga ada dua kemasan yang hingga saat ini masih belum berubah kemasan. Yaitu kemasan kotak warna hijau dengan permen mint warna putih yang tidak begitu pedas. Permen ini cocok untuk yang tidak kuat pedas. Dan satu lagi Davos dengan kemasan biru dengan bentuk tablet yang agak besar.

Pada masa kecil, permen Davos kemasan biru tergolong pedas sekali rasanya dan kadang kuat untuk memakannya. Davos Pepermint seperti itulah yang ada dalam kemasannya, ini di produksi oleh PT. Slamet Langgeng - Purbalingga. 

Sejak saya kecil permen Davos biru memiliki kemasan yang sama hingga sekarang saya sudah menua dengan kemasan yang belum berubah. Menemukan kembali permen ini serasa terlempar kembali ke era akhir 80an saat saya masih bersekolah di bangku SD. Saat itu harga Davos biru sebesar 100 rupiah, harga yang sangat mahal untuk ukuran saya yang kadang-kadang di beri uang jajan 25 perak. Biasanya bisa membeli permen Davos saat ada "tanggapan" di desa seperti lengger , wayang maupun kuda lumping. Karena kalau ada tanggapan biasanya akan mendapatkan uang minimal 100 rupiah, jumlah yang cukup besar untuk saat itu yang semangkuk soto pak Badri yang terkenal masih dengan harga 100 rupiah. 

Setelah sekian lama berada di perantauan dan kembali ke desa, menemukan Davos menjadi suatu rasa kangen yang luar biasa, dan menyempatkan untuk membeli sebagai oleh-oleh. Meski dengan usia setua ini rasa Davos sudah tidak pedas lagi seperti rasa yang dulu, namun kemasannya yang tidak berubah hanya di bedakan di logo halalnya saja menjadikan rasa nostalgia itu kian berasa. 

Permen Davos masih dapat di beli di toko-toko sekitar Banyumas, Banjarnegara, purbalingga dan sekitarnya. Ada yang kangen?

Selasa, 07 November 2023

KHONG GUAN BISCUIT, OLEH-OLEH LEGENDARIS BAGI PERANTAU

Biskuit Legendaris Khong Guan 

Apa yang terlintas ketika di meja makan tersaji kaleng biskuit warna merah dengan gambar ibu yang menuangkan teh dan dua anaknya yang sedang duduk dengan menikmati biskuit di piring? Seketika kita akan tahu kalau apa yang ada dalam kaleng tersebut adalah biskuit Khong Guan. Dari Kejauhan kita sudah tahu kalau ada Khong Guan di meja. Kaleng Legendaris warna merah dari Khong Guan memang sangat familiar bagi masyarakat terutama kalangan perantau maupun keluarga yang ditinggalkannya di rumah. 

Bagi saya sendiri Biskuit Khong Guan adalah biskuit legendaris pilihan keluarga karena sudah bertahun-tahun selalu ada Khong Guan di meja terutama saat Lebaran tiba. Berawal dari kakak saya yang pertama merantau ke kota, dan tiap pulang maka oleh-oleh yang di bawa adalah Biskuit kaleng Merah Khong Guan. Bagi perantau pada era 80an  Khong Guan menjadi pilihan oleh-oleh karena masih menjadi barang mewah bagi keluarga dan hanya didapatkan di kota saja sementara di desa-desa terutama , tidak ada yang menjual Khong Guan. hal ini seolah-olah menjadi tradisi turun temurun yang di bawa oleh perantau hingga sekarang terutama yang berasal dari desa-desa.

Sehingga di dalam masyarakat, orang yang keluarganya ada di perantauan biasanya memiliki kaleng biskuit yang di bawa saat pulang/mudik. Khong Guan Biskuit dengan berbagai varian model dan rasa dalam satu kaleng menjadi sangat lengkap untuk dinikmati sebagai sajian yang di suguhkan pada tamu saat lebaran. Pada saat itu Khong Guan masih tergolong sebagai makanan mewah sehingga bagi sebagian orang akan sayang sekali untuk menyajikannya bagi tamu. 

Pada saat saya kecil, ketika kakak pulang dari kota dan membawa biskuit kaleng Khong Guan maka hal utama yang akan di buru adalah Wafernya. Dan itu menjadi rebutan bagi saudara yang lain, siapa yang dulu buka dia yang akan dapatkan wafernya. Seru sekali.

Setiap perantau yang pulang ke desa rata-rata membawa Khong Guan bagai oleh-oleh keluarga. Dan bagi saya sendiri hal ini terbawa hingga sekarang, ketika saya sudah tin-miiggal di kota maka kalau mudik ke kampung halaman hal utama yang ingin di bawa adalah biscuit khong guan sebagai oleh-oleh. Praktis tapi pantas di jadikan oleh-oleh. Dan bagi penerimanya tentu saja akan sangat senanga . Selain itu setiap lebaran biasanya saya juga sengaja membeli biskuit khong guan untuk di nikmati sendiri, selain mengingatkan masa lalu, dengan adanya biskuit ini serasa sedang berada di tengah-tengah keluarga besar yang saat ini orang tuapun sudah meninggal.

Namun sekarang Khong Guan sudah sangat mudah untuk di temui hingga pelosok karena semakin menjamurnya minimarket di desa sehingga untuk dapat menikmati Khong Guan tidak harus menunggu saudara di rantau yang pulang, namun dapat membelinya langsung. 

Dan sekarang keadaan pun bergeser karena lelucon sering di buat dengan kaleng Khong Guan, seperti halnya ketika lebaran di suguhin Kong Guan tapi pas di buka ternyata isinya rengginang hehe..., hal ini tentu menjadi hal positif tersendiri karena begitu melekatnya Khong Guan di hati masyarakat.

Biskuit Khong Guan, Oleh oleh Legendaris bagi para perantau! dan sebagai pecinta Khong Guan maka lebaran belum lengkap kalau belum ada biskuit Khong Guan di rumah. Ada yang mau ceritakan pengalamannya dengan Khong Guan? tinggalkan di kolom komentar yah....

TIPS MERAWAT DAN MENYIMPAN KOLEKSI CD/VCD/DVD AGAR TIDAK LEMBAB DAN BERJAMUR

CD Dalam Kontainer di masukin Silica Gel untuk di simpan

Barang Koleksi adalah merupakan barang-barang 'premium' bagi para kolektor. Kenapa di sebut barang premium? karena memiliki nilai yang tinggi. Di Indonesia, kolektor adalah salah satu hoby yang banyan dimiliki oleh para individu-individu. Dan kolektor-kolektor tersebut juga banyak sekali jenisnya sesuai dengan passion orang yang mengkoleksinya. Koleksi-koleksi tersebut menjadi unik karena memiliki sejarah bagi para kolektor, ataupun yanya sekedar mengumpulkan barang-barang yang di koleksi. 

Ada kolektor mobil antik, kolektor piringan CD, VCD , DVD maupun bluray, ada juga kolektor-kolektor yang lain yang lebih khusus seperti kolektor tentang Nike ardilla. Nah ini biasanya sesuatu yang berbau nike ardilla akan dikumpukan, seperti majalah, koran, kepingan CD, kaset pita dan juga filmnya.  atau kolektor miniatur mobil dan banyak lagi jenis kolektor kolektor yang lain. 

Bentukan Silica Gel

untuk mendapatkan sebuah barang koleksi kadang-kadang para kolektor harus mengeluarkan uang lebih agar mendapatkan barang yang di buru. Itulah mengapa barang koleksi dapat memiliki harga yang tinggi bahkan tinggi sekali untuk ukuran orang biasa yang menganggap barang biasa. 

Ukuran uang kadang tidak menjadi soal selama ia mendapatkan barang buruannya untuk di simpan dan dikoleksi. Seperti halnya koleksi-koleksi CD (Compact Disc) baik CD audio maupun juga VCD film . Saat ini penjualan CD di toko-toko terutama di Indonesia hampir sudah tidak ada, kalaupun ada itu adalah barang stok lama ataupun barang rilisan khusus. Geliat penjualan CD di Indonesai maupun dunia sangat menurun seiring dengan perkembangan jaman dari manual ke digital. Sehingga untuk mendapatkan CD biasanya di peroleh dari toko online ataupun penjualan lewat facebook yang kadang di upload oleh para seller. Sedangkan bagi yang memiliki banyak waktu, masih bisa menuju tempat-tempat barang bekas. 

Masukkan ke kontainer jangan lupa tutup rapat

Untuk mencari CD, VCD, maupun kaset pita yang ada di Jakarta, saya merekomendasikan bagi para pembaca untuk berburu ke Blok M Square, ada beberapa toko CD bekas yang dapat di temui. Kelebihan dari Kios yang ada di blok M square adalah terletak di pertokoan Mall sehingga nyaman saat kita harus memilih barang. Kemudian Para kolektor juga dapat memburunya diJalan Surabaya - Jakarta. Di tempat ini di jual beraneka ragam barang koleksi bekas, salah satunya adalah kaset dan CD-CD. Ada beberapa kios yang dapat ditemui. Selain itu para kolektor juga dapat memburu barang-barang bekas di Jembatan Item yang terletak di Jatinegara. Kalau beruntung mendapatkuan barang yang diburu disini, harganya relatif bersahabat meskipun akhir-akhir ini sudah mulai mengikuti harga yang ada di onlien. Selain tiga tempat tersebut, kolektor juga dapat mencari koleksi di Poncol Senen. Tapi secara tempat tidak senyaman Blok M Square. dari empat tempat ini hukum jual beli ala pasar tetap berlaku, jadi pandai-pandailah menawar agar mendapatkan harga yang miring. Dan harus tahu sedikit barang, karena jangan sampai kaget kalau barang yang di tawarkan beharga tinggi. 

Kalau ngomongin kepingan CD harganya kadang-kadang tidak masuk diakal tapi sebagai kolektor biasanya akan di beli juga, demikian juga halnya dengan VCD Film untuk rilisan-rilisan awal biasanya akan menempati harga lebih tinggi dibanding rilisan akhir. 

Berkaca dari makin mahalnya harga barang koleksi CD dan sejenisnya namun tidak di barengi dengan upaya untuk menyimpannya dengan baik sehingga mengakibatkan CD yang kita punyai tidka awet, terutama untuk DVD film rilisan lokal, banyak sekali yang mudah root. Tentu saja rugi bukaan kalau harus buang-buang duit. 
Koleksi dalam lemari membutuhkan Silica Gel Yang lebih Banyak


Nah kali ini saya akan membagikan tips menyimpan koleksi CD/VCD/DVD agar tidak lembab dan berjamur. Hal ini agar umur koleksi yang kita punyai tidak pendek. Namun untuk DVD sendiri meski memiliki formula yang sama, beberapa DVD lokal akan tetap root. Jadi paling tidak kita sudah berusaha agar koleksi yang kita punya tidak lembab sehingga tidak cepat rusak. Hargailah setiap receh yang kita keluarkan untuk membeli koleksi.

Caranya adalah gunakan silica gel yang dapat di beli di toko online. Beli yang berwarna biru, dan dia akan berubah warna ketika sudah tidak kering lagi. Untuk kembali biru dapat di taruh di oven kembali. begitu seterusnya. Belilah silica Gel yang sudah ada kemasannya dalam kotak kecil kecil agar tidak repot saat membaginya. Namun jika mau beli tanpa kemasan kecil juga bisa nanti dikemas ulang sendiri. 

Kemudian Media penyimpanan yang di gunakan adalah kontainer penyimpanan CD. karena dari kontainer ini maka akan mudah kedap udara dan kering setelah ada silica gel di dalamnya.
Kemudian bagaimana kalau koleksinya  koleksinya ada di lemari yang tertutup kaca? caranya sama tetap gunakan silica gel dengan porsi yang lebih banyak agar terjaga udaranya dan tidak lembab. 

Dengan Silica Gel maka kelembaban udaranya dapat diatur agar tetap kering. Jika warna silica Gel sudah berubah maka dapat diganti isiannya. 

Selamat Mencoba.

Senin, 06 November 2023

MENATAP HARI DENGAN PARFUM WHISKY SILVER BY EVAFLOR


Tampil wangi bagi seorang laki-laki dengan aroma maskulin jelas menjadi sebuah keharusan dengan aroma pilihan yang berbeda bagi setiap orang. Menjadikan tubuh wangi saat ini menjadi sebuah keharusan, apalagi jika memiliki aroma bau badan yang cukup menyengat, parfum menjadi salah satu pilihan untuk menetralisir bau badan. Wangi adalah sebuah kata yang digambarkan dengan aroma indah yang enak dicium. 

Tampil wangi tentu saja yang tidak berlebihan dan bukan wangi yang menyengat menjadikan rasa percaya diri akan bertambah. Laki-laki dan perempuan biasanya memiliki keharuman yang berbeda. Bagi seorang laki-laki seperti saya tentu saja, parfum adalah sebuah keharusan. Dari berbagai merek yang pernah saya coba, dari merek mahal, merek murah atau cuma parfum isi ulang pun pernah di coba. Pencarian jatidiri terhadap sebuah parfum coba-coba memang tidak selamanya cocok dengan bau badan kita. Alih-alih memakai parfum bertambah wangi malahan akan menjadi menyengat baunya kalau pilihan 'rasa' yang kita pakai tidak cocok dengan tubuh kita.



Berbagai pilihan aroma parfum tersedia, dari yang soft maupun yang strong, dari yang enak dipakai pada siang hari, maupun malam hari haruslah jeli untuk dipilih. Menjadi bunglon dengan memakai parfum gonta ganti bagi saya adalah sebuah hal tabu. Kenapa saya katakan demikian? karena saya akan kehilangan jatidiri dengan bergonta ganti parfum . Bau khas parfum yang di pakai akan menjadi daya tarik tersendiri, atau boleh jadi dengan aroma parfum yang kita pakai maka orang akan langsung mengenali siapa kita.

Ketika kita lewat sekelebat dan orang langsung mengenali dari parfum yang kita pakai itu sebuah kisah seru bukan? oh yang baru lewat kan mas toto ... misalnya gitu kan kereen. hehe.



Ngomongin parfum dari berbagai merek, saya sendiri cocok untuk memakai parfum keluaran evaflor, Whisky Silver For Men tentu saja. Meski beberapa kali berganti parfum namun aroma Whisky silver dengan keharuman kombinasi citrus, woody dan marine mampu membuat hati ini kepincut untuk terus memakainya. Aroma yang soft namun maskulin merupakan aroma yang enak. Harga parfum inipun tidak terlalu mahal dan terjangkau kantong. Ketika kita memiliki ciri khas dengan aroma parfum yang sudah melekat tentu akan sayang ketika ganti parfum dan kembali menjalani penyesuaian. Memang sih kalau untuk cari suasana lain kadang-kadang saya pribadi suka ganti parfum juga tapi tetap dengan pilihan aroma soft, gak jauh beda dengan aroma whisky silver itu sendiri.

Kalau jaman sekarang, parfum sangat banyak variannya, dari yang branded maupun yang racikan dan banyak di temukan di toko online. Agak sulit untuk menemukan parfum sesuai karakter kita kalau tanpa mencobanya terlebih dahulu seiring makin sepinya toko-toko retail dan mulai beralihnya gaya pmbelian konsumen melalui online shop, maka itu bagi saya sendiri tetap setia pada satu merek yang sudah menjadi karakter dan cocok bagi tubuh saya. Tetap Whisky Silver dari Evaflor lah yang menjadi pilihan. 

Menatap hari dengan mantap dengan parfum Whisky Silver. Whisky silver ini adalah merupakan Eau De Toilet bukan Eau De Parfum namun demikian baunya awet dan semakin kita berkeringat justru aura parfumnya akan semakin menarik. Parfum ini telah setia saya gunakan setidaknya lebih dari 20 tahun , tepatnya sejak sekitar tahun 2001 waktu itu ke Matahari Blok M Plaza dan di tawarkan parfum oleh SPG namanya masih ingat saya "warmi" dan cocok, meski sempat bergati-ganti varian ada yang Whisky blue atau black tapi tetap balik lagi ke Whisky Silver. Kadang-kadang saya dapat previlige dari Warmi untuk ambil diskon karyawan. 

Soal harga, tidak menguras kantong kok. Karena sekarang saya sudah malas juga untuk ngemall, kalau parfum habis lebih praktis beli via online shop seperti toko orange maupun toko hijau.

Oh ya ini bukan promosi lho karena memang tidak di endorse, tapi hanya berbagi pengalaman, namun bagi kaum pria perlu di coba ini parfum. Recomended lah pokoknya. Rasa percaya diripun makin bertambah dengan parfum ini. Ada yang makai parfum ini juga gak? Parfum memiliki kekuatan tersendiri dari setiap pemakainya.

Rabu, 01 November 2023

JANGAN PANIK JIKA E-TOLL KADALUARSA DI EXIT TOL


 Bagi pengguna jalan tol terutama dengan tol-tol jarak jauh mungkin pernah mengalami apa yang namanya kartu E-toll/Emoney/Flazz/Tapcash/Brizzi dan sejenisnya yang kita gunakan mengalami kadaluarsa ketika mau ngetap di exit tol tujuan. Hal ini pernah saya alami ketika perjalanan dari Jakarta hingga exit di gerbang tol Cileunyi tempat tujuan saya. 

Pada waktu itu ketika mau nge tap di exit tol, di layar Gerbang Tol Otomatis tertera kartu kadaluarsa. Wah Panik dong, apalagi di belakang kendaraan kita juga antri mobil-mobil lain. Bolak balik ngetap tetap nggak berhasil sudah overthinking dong karena takutnya Emoney yang saya gunakan benar-benar gak bisa di gunakan, atau jangan-jangan saldo kurang. Cukup lama di Gerbang tol Otomatis, akhirnya baru kepikiran untu menekan tombol bantuan.

Tak lama setelah menekan tombol bantuan, petugas tol pun datang. Tanpa bertanya-tanya lagi petugasnya langsung bilang "tadi di rest area lama ya pak". Tentu saya jawab iya tanpa dengan rasa bingung. Akhirnya petugas tol membantunya hingga akhirnya dapat ngetap di exit tol dan akhirnya kendaraan bisa keluar. Ternyata kejadian seperti ini sudah sering terjadi.

Memang saat itu saya cukup lama beristirahat di Rest Area km 88 hingga akhirnya kejadian tersebut bisa terjadi. Usut punya usut setelah browsing di internet ternyata kartu E-money yang kita gunakan bisa expired atau kadaluarsa adalah bentuk dari pengendalian transaksi dari PT. Jasa Marga selaku pengelola tol. Tiap tiap ruas tol tentu saja berbeda-beda waktu tempuh yang di perkirakan. 

Kadang-kadang kita tidak dapat memprediksi ketika berada di jalan tol dan kemudian lelah melanda tubuh kita, maka kita butuh waktu yang cukup untuk beristirahat di jalan tol. Namun setelah mengetahui hal tersebut, kita harus bisa mengukur waktu tempuh sehingga tidak perlu berlama-lama lagi di rest area.


Nah buat yang mengalami hal yang sama, jangan panik, cukup tekan tombol bantuan saja ketika di exit tol. 

BERKUNJUNG KE MAKAM NIKE ARDILLA, SEBUAH KENANGAN PERJALANAN

Penampakan sebelum masuk Museum. Ada yang kenal? Nike Ardilla menjadi sosok artis nasional yang kepergiannya banyak di tangisi oleh publik, ...