Sabtu, 13 Januari 2024

BERKUNJUNG KE MAKAM NIKE ARDILLA, SEBUAH KENANGAN PERJALANAN

Penampakan sebelum masuk Museum. Ada yang kenal?

Nike Ardilla menjadi sosok artis nasional yang kepergiannya banyak di tangisi oleh publik, bukan hanya penggemar namun juga pendengar setia. Kehadiran Nike Ardilla di blantika musik Indonesia menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Awal kemunculannya saya mengenalnya dengan lagu Seberkas sinar. Mungkin lagu ini pula yang menjadi sebuah kenangan. 

Saat itu masih sekolah SMP kemudian sedang menyukai teman sekelas bernama A, seorang anak perempuan yang kalau di bilang cantik jujur nggak juga sih, cuma karena sering ngobrol jadi lama-lama suka dari dalam diri ini, dan waktu itu ada Pasar Malam di daerah Piasa Wetan tetangga desa saya yang untuk menjangkaunya bisa menggunakan sepeda maupun jalan kaki. Pada saat itu yang namanya anak-anak sepulang ngaji bersama teman-teman yang lain pergi ke pasar malam dan lagu "Seberkas Sinar"g sekali di putar di area pasar malam. 

Suasana malam yang dingin dengan lagu "kala ku seorang diri hanya berteman sepi dan angin malam...." menjadi sebuah kenangan sendiri. walaupun pada akhirnya saya di buat malu sama orang yang aku cintai karena di tidak suka sama saya dan itu di sampaikan di depan teman-teman sekelas. malunya berasa hingga sekarang sih.... Malu dan kesal. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi Seberkas Sinar itu akan terus menerangi hati...

Kemudian ketika Nika Ardilla meninggal, saya pun tahu dari berita di radio karena saat itu TV masih belum semudah sekarang,tinggal di kampung yang tanpa listrik menjadi sebuah tantangan karena kalau nonton tvpun harus dengan Aki. Meski dari radio dan suasanapun hujan , tapi berasa sekali ikut sedih. Nike menjadi satu-satunya artis yang ketika meninggal aku tuliskan dalam sebuah coretan di hari itu, Minggu malam, 19 Maret 1995 ketika turun hujan. 

Ya Nike Ardilla adalah sebuah kenangan, dengan lagu-lagunya yang menemaniku di usia yang menginjak akil baligh. 

Di komplek Makam NIke Ardilla

ZIARAH KE MAKAM NIKE

Singkat cerita pada tahun 2004 saya yang sudah bekerja, melihat iklan di harian Pos Kota tentang ziarah ke Makam Nike Ardilla. Sebagai seorang yang suka dengan Nike Ardilla, ya saya bukanlah fans yang gimana gitu sih tapi suka dengan Nika Ardilla rahimahullah, akhirnya memberanikan diri untuk ikut daftar ziarah. Berbekal alamat yang tercantum dalam iklan yaitu di Jalan garuda Pinang Ranti di sebuah Wartel, akhirnya kesana berdua teman kantor bernama Iskandar selepas magrib sampai. 

Begitu sampai di sana, di terima oleh seorang laki-laki lupa sih waktu itu nggak nanya namanya, dan ngobrol-ngobrol lama karena kebetulan panitianya tidak di tempat. Jujur saja saya sebelumnya tidak kenal satupun sama mereka. Namun karena ditunggu tidak juga datang, akhirnya masnya menyuruh langsung datang ke lokasi titik temu keberangkatan karena akan berangkat esok paginya. Titik keberangkatan berada di Uki Cawang. 

Akhirnya paginya saya berdua teman saya ke uki untuk daftar sekaligus langsung berangkat. Dan barulah tahu kalau itu rombongannya mbak Ema yang belakangan baru tahu Ema Amrin. Saat itu untuk ziarah cukup mengeluarkan uang Rp. 45.000, Pulang pergi. bonus foto Nike Ardilla dan sudah termasuk tshirt warna putih bergambar Nike Ardilla.

Pada tahun 2004 fans Nike Ardilla tidaklah sebanyak sekarang yang tiap tahun ke Ciamis untuk Ziarah dengan peserta yang membludak. Kala itu satu bis , itupun tidak penuh. Sebagai seorang baru yang memang tahu akan acara tersebut dari iklan koran dan berangkat berdua teman kantor tentu seperti rusa masuk kota. Tidak kenal mereka satupun dan sejujurnya kenal Nike Ardillapun tidak semudah sekarang dimana segala informasi didapat dari internet. Dengan Emma Amrin? ya saya pun tau pada saat itu saja, ada beberapa nama-nama yang saat itu menjadi leader, seperti Emma, Evie dan Atun. kemudian dari kenalan saat ziarah saya kenal namanya Martini, John, Gani, Ara, Abdul, Hendar, Wanti, kayaknya ini saja sih yang saya ingat, walaupun mereka tidak ada yang ingat saya sih hehe. Mungkin yg masih sesekali komunikasi cuma Gani saja. Ini hanya mengenang saja sih siapa tau diantara nama tersebut ada yang masih ingat. Keberangkatan saat itu kalau gak salah tanggal 20 Maret hingga 21 Maret 2004.

Oke Perjalanan di mulai. 

Berangkat ke titik kumpul di Uki seperti yang sudah disampaikan sama masnya yang ada di wartel kemarin malam, maka kami berdua sampai ke titik kumpul dan mencari bis yang kira-kira rombongan ziarah. Setelah ketemu nanya-nanya sebentar dan ke temu sama yang namanya mba Emma tersebut bahwa kami kemarin sudah daftar namun di suruh langsung ke lokasi saja.  Masuk ke bis kemudian di bagiin kaos warna putih dan langsung di pakai. Mencari tempat duduk yang masih kosong. Singkat Cerita perjalanan pun di mulai dengan naik tol Jagorawi kemudian keluar di Cibubur dan selanjutnya perjalanan melewati Cileungsi hingga Cianjur dan masuk tol kembali di Padalarang. 

Pada hari pertama, perjalanan di gass langsung ke Ciamis dimana terdapat makam Nike Ardilla. Selama dalam perjalanan, mengenal beberapa orang yang memang mereka sudah sering mengikuti ziarah kubur ke makam Nike Ardilla. Yang saya ingat ada Dewi dari Pamulang, Kenny, nggak banyak sih memang yang diajak ngobrol karena saya sendiri cukup lah mengikuti alur dan tujuan saja. Selama dalam perjalanan keberangkatan di putar kaset Dike Ardilla kalau gak salah sih milih Barbara atau Ara. Tahun 2004 masih ramai yang namanya Akademi Fantasi Indosiar, jadi saat lagu Dike mengalun dan membawakan lagu-lagunya ada lagu Nike ada juga lagunya Poppy Mercury, jadi obrolan kalau Dike membawakan lagunya nggak bisa keluar dari bayang-bayang penyanyi aslinya. Tapi itu nggak penting sih.

Sebelum sampai di Ciamis, karena waktu sudah lepas siang maka rombongan berhenti di rest area yang Ciamis hingga sampailah pada tujuan. Tahun 2004 masih ada "Kedai Nada" milik keluarga Nike Ardilla. Kita di sambut di kedai sejenak untuk selanjutnya bersama-sama ke makam Nike Ardilla. Ini memang baru pertama kali ke makam Nike, Sesampai di makam bersama-sama berdoa dengan dipimpin ustadz setempat. Setelah selesai maka acara bebas. Di sekitar makam terdapat mushola yang di dirikan dengan nama Nurul Ardilla. Sejenak berfoto bersama teman-teman. Malam harinya kita nginep di rumah keluarga Mamih Niningsihrat ibunda Nike yang dekat dengan kedai Nada. 

D 27 AK, kalau nggak salah ini mobil saat itu sudah menjadi milik Lia Nathalia yang menang lelang. Maaf ya Posenya mungkin norak sih untuk jaman sekarang, tapi jaman dulu ya oke banget.

Sebuah mobil D 27 AK terparkir di samping mushola depan kedai Nada. Ya itulah saksi bisu mobil Nike Ardilla. Sempat berfoto di mobil tersebut. sih.  Untuk MCK saat itu kita mandi di rumah-rumah penduduk yang memang menyediakan untuk itu. malamnya lebih banyak di gunakan untuk begadang dan bercerita sesama peziarah.

Esok paginya setelah mandi dan makan pagi, kita ke rumah Mamih Nike yang dekat makam. Pagi itu ada seorang peziarah yang nangis2 histeris sambil nyekik2 leher sendiri katanya melihat Nike dan ingin ikut Nike. Saya jujur cukup kaget sih kirain kesurupan. Tapi bukan, Mamih Niningsihrat ibunda Nike Ardilla hanya bilang "kecapean saja itu" kurang lebih begitu. Mamih Nining juga menanggapinya dingin. Toh akhirnya juga reda sendiri anak tersebut. Seorang anak perempuan, saya sendiri tidak mengenalnya sih. Mungkin dia karena excitednya jadi berbuat begitu. 

Selepas makan pagi bersama, kami pun pamitan ke mamih Nike . Saat itu mamih Nike mengangis di pelukan Emma , yang saya ingat Emma mengatakan , "nanti juga datang lagi" kepada mamih. Sebagai seorang tua tentu sedih ketika ditinggal peziarah pulang. Perjalanan pun di lanjutkan ke Bandung. Kali ini perjalanan menuju museum Nike Ardilla yang terletak di jalan Soekarno Hatta. 

Sesampai di museum, maka kita akan melihat koleksi-koleksi tentang Nike Ardilla yang di pajang, seperti baju-baju, atau replika kamar Nike Ardilla. Segala pernak-pernik Nike ardilla juga ada. Setelah puas perjalanan pun di lanjutkan kembali ke Jakarta dan Sayonara. 

Ini adalah perjalanan saya ke makam Nike Ardilla untuk yang pertama dan hingga sekarang belum pernah kesana lagi meskipun sekarang jauh lebih banyak peziarahnya dan fans makin nambah tidak seperti dulu. 

Semoga Nike Ardilla rahimahullah amal kebajikannya di terima Allah Subhanahu Wata'ala. aamiin

Ada yang pernah ke makam Nike Ardilla? atau ada yang penasaran ingin kesana?

Bagi yang mau kesana cukup gampang kok, letaknya di Desa Imbanegara Ciamis. Kalau yang pernah ke Jawa Tengah melalui jalur selatan pasti akan melewatinya. Terdapat plang Maqom Nike Ardilla. Nah disitu tempatnya. Yang masih bingung bisa nanya penduduk sekitar, atau lebih simpelnya ikut saja rombongan yang diadakan tiap bulan Maret. 


Jumat, 29 Desember 2023

SELAMAT TINGGAL 2023

 Jam makin mendekati ke pergantian tahun baru masehi 2023 ke 2024. Selamat tinggal 2023 semoga di tahun 2024 hidup kita makin baik dan di berkahi. aamiin

DEBAT CAWAPRES 22 DESEMBER 2023, SIAPA PALING JAGO?


 Pada tanggal 22 Desember 2023 lalu kembali di gelar kali ini adalah debat Calon Wakil Presiden yang di siarkan secara langsung melalui televisi. 

Setelah nonton, bagaimana pendapat teman-teman? Seru ya.., dari ketiga calon wakil presiden dari nomor urut : 

1. Muhaimin Iskandar

2. Gibran Rakabuming Raka

3. Prof. Moh. Mahfud MD

dari ketiga calon wakil presiden sebelum debat berlangsung banyak yang menduga kalau prof. Mahfud MD paling menguasai masalah, namun setelah terjadi debat, justru Gibranlah yang menguasai panggung. ya Gibran berhasil menguasai panggung dengan jawaban-jawaban yang memukau, meskipun jujur saja dari ketiga cawapres jawabannya kadang nggak nyambung dengan apa yang di pertanyakan oleh kandidat lain. 

Bagaimana dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin? Cak Imin berhasil di buat speechless ketika di tanya oleh Gibran tentang SGIE hingga akhirnya Cak Imin menyerah tentang pertanyaan tersebut. Yang di maksud SGIE menurut Gibran adalah State of The Global Islamic Economy . Namun Cak Imin tidak paham dengan pertanyaan Gibran dan mengembalikan ke Gibran. 

Sebenarnya menurut saya sah sah saja sih Gibran menanyakan SGIE hanya saja harusnya di sertai dengan kepanjangan dari singkatan tersebut sehingga lawan tidak bingung. Namun demikian sebagai sebuah debat, sah-sah saja pertanyaan tersebut. karena sesungguhnya debat adalah arena untuk saling menjatuhkan lawan, bukan arena untuk menunjukkan ide untuk keberlangsungan negara di masa yang akan datang.

Dari debat tersebut bagaimana pendapat teman-teman? adakah yang akhirnya berganti pilihan?

Rabu, 13 Desember 2023

DEBAT CALON PRESIDEN, SIAPA LAYAK JADI PRESIDEN?


 Hingar bingar pilpres 2024 mulai terasa dengan di mulainya kampanye Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024. Terdapat 3 kontestan yang mengikuti pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden 2024 dengan nomor urut sebagai berikut : 

No. Urut 1 : Anies Baswedan/Muhaimin Iskandar

No. Urut 2 : Prabowo Subianto / Gibran Rakabumingraka

No. Urut 3 : Ganjar Pranowo/Moh. Mahfud MD

Ketiga kontestan bersaing untuk memperebutkan kursi Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024-2029. Selain Kampanye yang di lakukan oleh masing-masing kontestan , Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden juga merupakan agenda yang sudah di tentukan oleh Komisi Pemilihan Umum. 

Pada Debat Capres Cawapres kali ini di pandu oleh Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel, dua orang jurnalis TVRI. Sebagai warga yang memiliki hak pilih tentu saja saya menyimak Debat yang di siarkan oleh televisi secara langsung ini. Meski dalam hati sudah memiliki pilihan sendiri, namun dengan melihat debat paling tidak dapat melihat seberapa jauh visi misi dan juga cara komunikasi dari calon yang kita dukung. 

Dari ketika calon presiden pada debat pertama ini kalau menurut saya sendiri memiliki gaya masing-masing. Anies dengan gaya komunikasinya yang terstruktur dan teratur rapi, Prabowo dengan gayanya yang konon di juluki gemoy namun pada debat pertama ini lebih terlihat emosional dan beberapa gesture terlihat tidak nyaman, sedangkan Ganjar tetap selow dengan gayanya. Dari ketiganya kalau saya sendiri masih bersifat normatif dalam menjawabnya meskipun kalau boleh dibilang Prabowo menjadi kontestan yang paling banyak di serang malam tadi. 

Namun demikian, bagi pemilih galau tentu ini akan menjadi pertimbangan tentang calon mana yang akan dipilihnya. Kalau menurut kamu siapa yang layak jadi presiden?

Rabu, 06 Desember 2023

NOSTALGIA 80an, JAMILAH GADIS AYU ANAK PAK LURAH

   




Du duh aduh jamilah

Gadis ayu anak pak lurahAduh manisnyaDia pandai berdandanDia cantik sekaliDia juga pandai mengaji
Du duh aduh jamilahTiap hari pergi ke kaliRajin sekaliLewat depan rumahkuKutegur dia maluSambil menunduk dia tersipu
Ya jamilah (jamilah jamilah)Kau gadis ayu (jamilah gadis ayu)Ya jamilah (jamilah jamilah)Engkau kutunggu
Ah aku mau (syur syur)MelamarmuBulan depan kita ke penghulu
Yale
Du duh aduh jamilahAbang sungguhHatiku rinduSenyum manis bibirmuYang menggoda hatikuHatiku rindu kepadamu
Ya jamilah (jamilah jamilah)Kau gadis ayu (jamilah gadis ayu)Ya jamilah (jamilah jamilah)Engkau kutunggu
Ah aku mau (syur syur)MelamarmuBulan depan kita ke penghulu
Ya jamilah (jamilah jamilah)Kau gadis ayu (jamilah gadis ayu)Ya jamilah (jamilah jamilah)Engkau kutunggu
Ah aku mau (syur syur)MelamarmuBulan depan kita ke penghulu
Bulan depan kita ke penghuluJamilah


Perhatikan lirik lagu Jamilah yang di nyanyikan oleh Jamal Mirdad karya dari Manthous ini, liriknya sangat sederhana tidak perlu rumit. Duh duh aduh jamilah gadis ayu anak pak lurah. Jamilah adalah seorang gadis primadona desa. Pak Lurah merupakan jabatan yang sangat di hormati dan terdengar wow kala itu. Sehingga ketika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis bernama Jamilah, anak dari Pak Lurah. Kekaguman terhadap seorang gadis, yang ayu, yang hanya dapat ditunggu . dan akhirnya berakhir ke penghulu. 

Walaupun terhadap pengulangan kata , gadis ayu tapi dengan lirik yang sederhan adan mudah di mengerti oleh semua orang, membuat lagu ini enak di telinga. Irama yang tentu saja ceria menjadikan lagu ini makin meriah. 

Ya Jamilaah... kau gadis ayu.....

Senin, 04 Desember 2023

NOSTALGIA LAGU 80an, BERDIRI BULU ROMAKU, LIRIK SEDERHANA DENGAN IRAMA CERIA


B
agi generasi jadul yaitu generasi 80an, musik menjadi salah satu hiburan murah yang dapat di perdengarkan di radio-radio kesayangan. Meskipun acara di televisipun ada namun lebih banyak menyasar kepada pendengar radio. Radio di era 80an masih merupakan barang mewah dan di kenakan pajak radio oleh pemerintah setempat. Sementara itu kalau untuk televisi, tidak semua rumah dapat menyaksikan siaran televisi mengingat televisi merupakan barang mewah yang tidak bisa di miliki oleh semua kalangan. Hanya orang-orang kaya saja yang dapat memilikinya dan itupun dapat di tonton ramai-ramai dengan tetangga yang lain. 

Kembali ke tahun 80an, berbicara musik maka akan berbicara dengan yang namanya musik pop yang memang paling ngehits di tahun 80an hingga menjelang akhir 80an, karena di akhir 80an selera musik mulai berubah ke genre slow rock. 

Ciri khas dari lagu-lagu pop 80an adalah liriknya yang sederhana dan ceria meskipun memang ada juga lagu melow yang di bawakan oleh Betharia Sonata misalnya, namun lagu-lagu dengan tema-tema percintaan maupun tema putus cinta tetap di bawakan dengan ceria. Atau tema-tema jatuh cinta yang dibawakan dengan asyik.  Sebutlah penyanyi-penyanyi di era 80an seperti Hetty Koes Endang, Iyut Bing Slamet, Jamal Mirdad, Etrie Jayantie, Angel Paff, Bill&Brod atau spesial lagu-lagu bertema mellow seperti Betharia Sonata, Ratih Purwasih, sementara di penyanyi pria ada Tommy J Pisa.

Kalau kita flashback ke tahun 80an, maka acara musik yang dapat di nikmatipun tidak sebanyak sekarang yang bisa di nikmati di mana saja dan kapan saja dari platform yang memang sudah bertebaran. Tahun 80an bagi kawula muda paling enak mendengarkan radio sebagai sarana untuk berkirim salam sekaligus mendengarkan lagu-lagu kesayangan yang sedang hits. 

Ciri lain dari musik 80an adalah adanya penyanyi-penyanyi latar yang di buat secara kocak, entah itu suit-suit, teriakan maupun tepuk tangan yang menambah seru lagu dan suasananya.

saya ambil contoh  lagu tahun 80an dengan lirik yang sederhana dan ceria dengan irama yang ramai dan wah karena di iringi penyanyi latar yang menambah seru suasanya.


BERDIRI BULU ROMAKU

Penyanyi Hetty Koes Endang

Pencipta lagu : Beni Ashar

Berdiri, bulu romakuMerinding kulit tubuhkuPandainya dia berpujanggaCinta khusus buatkuKatanya sepanas matahari(Sepanas kompor iyeu mah) iya, Pah
Keringat dingin meluncurSi dia kecup keningkuMeledak rasa dalam dadaAduh, mana tahanDag-dig-dug, ah, dalam jantungku
Bila kudengar janji-janjinyaKatanya, cintanya seteguh Tugu Monas
Mengepul sumpah dan janjinyaKatanya, dia takkan gentar badai laut selatanMerinding aku jadinya
Keringat dingin meluncurSi dia kecup keningkuMeledak rasa dalam dadaAduh, mana tahanDag-dig-dug, ah, dalam jantungku(Kak Hetty, Otong nangis, tuh)
Bila kudengar janji-janjinyaKatanya, cintanya seteguh Tugu Monas(Otong bohong)
Mengepul sumpah dan janjinyaKatanya, dia takkan gentar badai laut selatanMerinding aku jadinya
Bila kudengar janji-janjinyaKatanya, cintanya seteguh Tugu Monas
Mengepul sumpah dan janjinyaKatanya, dia takkan gentar badai laut selatanMerinding aku jadinya



Liriknya sederhana namun ramai luar biasa. ada yang suka lagu ini? bisa di cari kok di youtube

Minggu, 19 November 2023

NOSTALGIA DENGAN PERANGKO, BEA POS YANG SUDAH LANGKA

Perangko seri pahlawan revolusi

Pernah Berkirim surat melalui kantor Pos? Pernah pengalaman menempelkan perangko sebagai biaya pengiriman surat melalui pos? Bagi generasi lama kantor pos menjadi salah satu pilihan untuk mengirimkan surat. Namun seiring berkembangnya waktu, pengiriman surat melalui kantor pos pun tidak lagi menggunakan perangko seperti dahulu, tarif pengiriman disesuaikan dengan jauh dekatnya jarak yang ditempuh tanpa harus membubuhkan perangko yang sudah memiliki nominal tertentu.  

Perangko Ibu Tien Suharto dan Gusdur

Apa Itu Perangko? Bagi generasi Milenial mungkin ada yang tidak tahu yang namanya perangko apalagi belum pernah berkirim surat melalui kantor pos. Prangko adalah secarik kertas berperekat sebagai bukti telah melakukan pembayaran untuk jasa layanan pos, bisanya bentuknya kecil persegi empat yang di gunakan sebagai biaya untuk mengirim surat melalui kantor Pos. Penggunaannya adalah dengan menempelkan pada sampul sebuah Surat atau Kartu Pos yang akan di kirimkan melalui Pos.


Kantor Pos di Indonesia menjadi satu-satunya sarana pengiriman yang menggunakan perangko. Perangko sendiri dapat di kategorikan sebagai perangko biasa (tarifnya lebih murah) dan perangko kilat. Setiap orang yang akan mengirmkan Surat harus membeli perangko terlebih dahulu untuk ditempelkan di sampul Surat dan siap di kirimkan baik dititipkan langsung ke Kantor Pos maupun di masukkan kedalam Bis Surat yang berwarna oranye dalam bentuk rumah kecil yang biasanya berada di jalan tertentu sehingga memudahkan pengirim Surat untuk memasukkannya tanpa harus ke kantor Pos yang biasanya berkilo kilo meter dari rumah. Selain di kantor Pos, di warung-warung terentu biasanya juga menyediakan perangko yang di jual ke konsumen.

Perangko Peserta Pemilu 1987

berbicara masalah perangko kita akan berbicara mengenai keindahan maupun tokoh yang ada di gambar perangko. Bagi saya perangko memiliki kendahan tersendiri dan karena tidak mampu membelinya maka al hasil perangko bekaspun jadi untuk di koleksi. Kalau di kalangan filatelis biasanya ada istilah sampul hari pertama di mana mereka akan berburu perangko yang dirilis di kantor pos tertentu, namun tak sedikit masyarakat yang mengkoleksi perangko bekas. Untuk mengkoleksi perangko bekas, ada proses yang harus di lalui yaitu menyobeknya dari amplop dengan hati-hati. Biasanya akan menyisakan sobekan kertas di perangko. Kemudian kumpulkan dulu jika sudah agak banyak maka untuk membuang kertas yang menempel di perangko adalah dengan merendam perangko dalam air panas. Setelah terkelupas lemnya maka menyisakan perangko yang rapi dan di angin-anginkan biar kering. Setelah selesai maka siap untuk dimasukkan kedalam album perangko yang kala itu masih di jual namun saat ini sih sudah sulit sekali di cari ya karena memang perangko sudah terlindas jaman digantikan teknologi lain seperti kilat khusus yang hanya mendapatkan resi tanpa menempel perangko lagi, atau semakin kesini main banyak jasa pengiriman diluar kantor pos maka orang akan memilih kemana akan mengirimkan suratnya.

Perangko Presiden Soeharto

Perangko sebagai bea atas pengiriman melalui pos sudah berlaku sejak jaman dulu, era Sukarno pernah memilikinya juga kemudian Era Pak Harto jadi presiden maka foto Suharto di perangko menjadi foto terbanyak yang saya miliki. Dari nominal Rp. 25, Rp. 55, Rp. 100, Rp. 350, juga Rp. 700, selain bergambar presiden, perangko juga di cetak berdasar tema seperti Tema Pon, Tema Haji, Tema Wajib Belajar, Tema Cerita Rakyat dan lain-lain. Pokoknya kalau kita mau mencermati maka terdapat keindahan disana. Tema Pelita (Pembangunan Lima Tahun) yang merupakan salah satu program Presiden Suharto, juga Tema Swasembada Pangan juga menarik untuk di koleksi. Tema Tarian Daerah, Thomas dan Uber Cup, Flora, Fauna, Olahraga dan banyak sekali tema-tema yang di cetak sebagai perangko.
Nominal menunjukkan nilai rupiah yang dapat di pakai untuk mengirim surat, banyaknya perangko dengan nominal tertentu itu pula yang akan di tempel.


Perangko Gerakan Nasional Orang Tua Asuh

Dari sekian Perangko Bekas yang saya punya paling suka edisi Ibu Tien Suharto, Perangko Ibu Tien termasuk perangko yang unik dan Gus Dur, kemudian Pemilu 1984, GN OTA, Casa Nurtanio CN-235 sebuah pesawat buatan anak bangsa, peluncuran satelit palapa yang kalau di perhatikan memiliki nilai sejarah yang dapat menggali dari gambar perangko tersebut. Atau seri perangko Soekarno, seri pahlawan revolusi dan juga seri-seri lainnya yang menarik. 

Bagaimana dengan Perangko Luar Negeri?  Perangko Luar Negeri menjadi bagian menarik dari apa yang saya kumpulkan namun tetap tidak dapat mengalahkan perangko perangko dalam negeri yang tentu saja lebih unik.

Seri Cerita Rakyat

Perkembangan Perangko saat ini sudah menjadi sesuatu yang sudah di tinggalkan seiring dengan teknologi komunikasi dan perkembangan internet yang sangat pesat sehingga Surat menyurat menjadi hal yang sudah jarang di lakukan terutama untuk mengabarkan sebuah kabar berita pada sanak saudara, kemudahan teknologi sudah menggunakan HP tinggal SMS atau nelpon lebih cepat dibanding dengan harus menunggu sepucuk surat yang datang. Memang Surat menyurat masih saja ada tapi lebih ke arah surat menyurat dalam bentuk dokumen dan mungkin kalaupun ada surat menyurat dalam bentuk kabar berita itu sudah langka sekali. Ditambah dengan munculnya agen-agen pengiriman lain selain pos yang menjadi pilihan masyarakat sehingga kebutuhan akan surat menyurat melalui pos pun kian ditinggalkan.

Bagaimana dengan pos sendiri apakah masih menggunakan perangko? Akhir akhir ini kalau kekantor pos setiap pengirim barang atau surat biasanya mengantri hanya untuk menunggu giliran untuk membayar dan menerima resi surat yang dikirim, so pasti tidak ada perangko bukan?
Namun bagi kalangan filatelis tentu masih bisa membeli perangko sampul hari pertama di kantor Pos Pasar Baru Jakarta atau jaringan kantor pos lainnya.

Namun demikian, saat ini jasa pengiriman sudah semakin banyak, tidak hanya melalui kantor pos sebagai sarana pengiriman surat, namun juga jasa-jasa pengiriman swasta yang kian menjamur. Kantor Pos identik sebagai tempat untuk mengirim surat karena pada jaman dahulu komunikasi tidaklah semudah jaman sekarang yang dapat menggunakan hp sebagai sarana mengirim kabar instan. Surat adalah sarana berkirim kabar yang jadul namun otentik. Berkirim surat dan menunggu balasan surat itu adalah alur yang biasanya terjadi. 

Tetapi masa ini, pengiriman surat sebagai sarana berkabar sangat berkurang dan boleh dibilang tidak ada, kecuali mengirim surat lamaran kerja, itupun saat ini dapat digunakan email. Jasa-jasa pengiriman saat ini juga lebih fokus pada jasa kiriman paket seiring kemajuan media sosial sebagai sarana jual beli.

Perangko sudah menjadi barang langka dan kian punah. Anda punya perangko bekas? yuk kita sharing

Perangko Seri Pahlawan

Perangko Seri kemerdekaan

Perangko Seri Memasyarakatkan olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat

Perangko Olimpiade Atlanta 1996

Perangko Presiden Soekarno

Perangko Seri Gedung UGM dan UI


Senin, 13 November 2023

SIMPATI NUSANTARA KARTU PERDANA ISI ULANG JELAJAH NASIONAL YANG EKSLUSIVE


 Handphone saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat, tak terkecuali usia tua maupun muda dan mulai ditinggalkannya telepon rumah sebagai sarana komunikasi. Perkembangan telekomunikasi sangatlah pesat terutama yang berhubungan dengan telepon genggam atau handphone. Pasca reformasi di Indonesia komunikasi menggunakan handphone sudah mulai menggeliat meskipun pada awalnya memiliki harga yang mahal untuk sebuah handset, seperti Nokia dan Erricson yang menguasai pasar pada saat itu. 



Pada tahun 2000an, perkembangan handphone tidaklah sepesat sekarang ini, hanya orang-orang tertentu saja yang membeli handphone mengingat komunikasi saat itu tidaklah semurah sekarang. Selain itu pada awal 2000an telekomunikasi tidaklah semudah sekarang yang serba berbasis internet namun masih menggunakan pulsa yang jika keluar dari zona yang ditentukan maka akan di kenakan tarif lebih mahal alias roaming. Misalnya ketika kita menggunakan nomor handphone Jakarta maka ketika kita mudik sebutlah ke Banyumas maka dikenakan tarif roaming, meskipun itu hanya terima telepon. atau Ketika kita menelpon keluar disaat sedang berada diluar jangkauan zona nomor telepon maka akan di kenakan roaming. 

Handphone masih merupakan barang mewah yang tidaklah dapat dengan mudah orang miliki, dan tingkat jangkauan sinyal pun masih sangat terbatas sehingga terdapat banyak blank spot. 

Berbicara tentang Handphone maka tidak bisa di lepaskan dengan yang namanya kartu perdana handphone. Berbicara kartu perdana handphone maka kita akan berbicara tentang produk pra bayar yaitu kartu perdana nomor handphone. Berbicara tentang kartu perdana prabayar tahun 2000an masih di dominasi oleh 3 provider yaitu Telkomsel, Indosat dan XL. 

Dan pilihan saya jatuh pada Telkomsel. Sebenarnya ini adalah nomor kedua saya karena pernah memiliki handphone namun di begal ketika naik Kopaja di daerah Volvo Pasarminggu. Sebuah pengalaman yang sangat pahit karena tidak ada yang nolongin. Setelah kejadian tersebut, saya di pinjamin handphone Nokia oleh seorang teman kuliah dan akhirnya saya kembali membeli kartu perdana. Simpati Nusantara. 

Simpati Nusantara merupkan salah satu kartu perdana prabayar yang pada saat itu memiliki harga yang cukup tinggi. Kartu perdana Simpati Nusantara dengan isi pulsa 100 ribu rupiah, saya beli di counter hp di daerah Pengadegan sebesar Rp 350.000, meskipun di kemasannya bandrolnya Rp. 250.000, sebuah harga yang mahal namun saat itu memang harga perdana tergolong mahal. Bahkan untuk sebuah nomor handphone tanpa pulsa yang bekas pun memiliki harga dengan kisaran 50 sd 100 ribu rupiah. Jauh sekali bedanya dengan sekarang yang memiliki harga sangat murah. 

Simpati Nusantara nomor Jakarta, pada saat itu belum bebas roaming nasional sehingga ketika kita akan keluar daerah Jakarta, akan terkena biaya roaming. Komunikasi yang sangat mahal tentu saja. Hal ini tentu saja membuat boros dalam pemakaian pulsa kalau sering-sering keluar kota Jakarta. 


Kartu Perdana Simpati Nusantara memiliki kemasan yang bagus dan ekslusive atau mewah dengan selongsong terbuat dari aluminium dan beberapa petunjuk yang ada di dalam kartu yagn dapat di baca-baca sebagai panduan pengguna nomor telepon tentu saja sangat menarik. Kenapa terdapat manual booknya? karena pengguna kartu GSM saat itu tidaklah sebanyak sekarang sehingga bagi pengguna baru maka harus membaca manual book yang telah disediakan. 

Namun demikian seiring berjalannnya waktu, roaming nasional pun di hapuskan untuk emua operator kartu GSM sehingga komunikasi lebih murah dan semakin kesini juga semakin maju teknologi. Pengguna handphone semakin banyak dengan pilihan provider yang juga semakin banyak sehingga memudahkan pengguna untuk berkomunikasi.

Ada yang punya simpati nusantara jadul juga? 

Minggu, 12 November 2023

BRISK GAYA RAMBUT PRIA 90an


Bagi generasi 90s, salah minyak rambut yang populer di kalangan anak muda atau kalau ngomongin gaya 90s anak muda itu memiliki sebutan kawula muda adalah Brisk. Ya minyak rambut yang terdiri dari 2 varian dengan tutup kemasan biru dan hitam. Kalau tutup kemasan hitam itu adalah Brisk Anti Dandruf.

Gaya Brisk, gaya pria masa kini, begitu kira-kira iklannya pada masa itu. Bagi saya sendiri yang merupakan generasi 'kampung', Brisk menjadi salah satu pilihan meski masih duduk di bangku SMP, dari dua varian Brisk kemasan tutup warna hitam menjadi pilihan saya. Wanginya yang khas dan daya set yang tidak terlalu kuat menjadi kesukaan para cowok 90s dalam menata rambut. 

Karena sekolahnya jauh, salah satu kendala kalau memakai minyak rambut adalah adanya endapan yang ada di kepala, berupa daki-daki yang menumpuk sehingga kalau di ambil dengan kuku dengan menggaruknya makan akan masuk kuku kotoran-kotoran yang ada di kepala. Namun demikian tetap tidak menyurutkan langkah untuk tetap memakainya. 

Aroma brisk yang khaspun hingga kini masih berasa dan ingin tetap mengulangnya. Harga Brisk pada waktu itu 1500 rupiah namun bagi anak SMP seperti saya yang uang sakupun hanya 200 perak terkesan mahal sekali. tetapi untuk bauran produknya, Brisk juga tersedia kemasan sachet yang dapat di ecer di warung-warung. 

Namun sayang sekali Brisk sudah tidak berproduksi lagi, namun demikian Brisk sudah di beli oleh Clear, sehingga sampai kinipun minyak rambut Clear by Brisk masih bisa di temui di supermarket. Namun demikian baunya berbeda dengan apa yang dulu pernah memakainya. Sehingga aroma nostalgianya pun tidak dapat di peroleh dari Clear by Brisk. Tidak merasa memiliki kedekatan lagi, dan produk tersebutpun tidak saya pakai.


Ada yang kangen juga dengan Gaya Brisk?

Kamis, 09 November 2023

DAVOS BIRU, KEMBANG GULA RASA JADUL


 Bagi generasi lawas alias jadul terutama yang tinggal di Banyumas dan sekitarnya, pada masa kecil tentu masih ingat jajanan-jajanan jadul seperti kembang gula. Ada banyak sekali jajanan kembang gula pada pertengahan 80an hingga 90an yang tentu saja masih diingat. Kembang Gula unyil , Strong cap Kresna, Kembang gula cecek, dan juga Davos. Merek Davos juga ada dua kemasan yang hingga saat ini masih belum berubah kemasan. Yaitu kemasan kotak warna hijau dengan permen mint warna putih yang tidak begitu pedas. Permen ini cocok untuk yang tidak kuat pedas. Dan satu lagi Davos dengan kemasan biru dengan bentuk tablet yang agak besar.

Pada masa kecil, permen Davos kemasan biru tergolong pedas sekali rasanya dan kadang kuat untuk memakannya. Davos Pepermint seperti itulah yang ada dalam kemasannya, ini di produksi oleh PT. Slamet Langgeng - Purbalingga. 

Sejak saya kecil permen Davos biru memiliki kemasan yang sama hingga sekarang saya sudah menua dengan kemasan yang belum berubah. Menemukan kembali permen ini serasa terlempar kembali ke era akhir 80an saat saya masih bersekolah di bangku SD. Saat itu harga Davos biru sebesar 100 rupiah, harga yang sangat mahal untuk ukuran saya yang kadang-kadang di beri uang jajan 25 perak. Biasanya bisa membeli permen Davos saat ada "tanggapan" di desa seperti lengger , wayang maupun kuda lumping. Karena kalau ada tanggapan biasanya akan mendapatkan uang minimal 100 rupiah, jumlah yang cukup besar untuk saat itu yang semangkuk soto pak Badri yang terkenal masih dengan harga 100 rupiah. 

Setelah sekian lama berada di perantauan dan kembali ke desa, menemukan Davos menjadi suatu rasa kangen yang luar biasa, dan menyempatkan untuk membeli sebagai oleh-oleh. Meski dengan usia setua ini rasa Davos sudah tidak pedas lagi seperti rasa yang dulu, namun kemasannya yang tidak berubah hanya di bedakan di logo halalnya saja menjadikan rasa nostalgia itu kian berasa. 

Permen Davos masih dapat di beli di toko-toko sekitar Banyumas, Banjarnegara, purbalingga dan sekitarnya. Ada yang kangen?

Selasa, 07 November 2023

KHONG GUAN BISCUIT, OLEH-OLEH LEGENDARIS BAGI PERANTAU

Biskuit Legendaris Khong Guan 

Apa yang terlintas ketika di meja makan tersaji kaleng biskuit warna merah dengan gambar ibu yang menuangkan teh dan dua anaknya yang sedang duduk dengan menikmati biskuit di piring? Seketika kita akan tahu kalau apa yang ada dalam kaleng tersebut adalah biskuit Khong Guan. Dari Kejauhan kita sudah tahu kalau ada Khong Guan di meja. Kaleng Legendaris warna merah dari Khong Guan memang sangat familiar bagi masyarakat terutama kalangan perantau maupun keluarga yang ditinggalkannya di rumah. 

Bagi saya sendiri Biskuit Khong Guan adalah biskuit legendaris pilihan keluarga karena sudah bertahun-tahun selalu ada Khong Guan di meja terutama saat Lebaran tiba. Berawal dari kakak saya yang pertama merantau ke kota, dan tiap pulang maka oleh-oleh yang di bawa adalah Biskuit kaleng Merah Khong Guan. Bagi perantau pada era 80an  Khong Guan menjadi pilihan oleh-oleh karena masih menjadi barang mewah bagi keluarga dan hanya didapatkan di kota saja sementara di desa-desa terutama , tidak ada yang menjual Khong Guan. hal ini seolah-olah menjadi tradisi turun temurun yang di bawa oleh perantau hingga sekarang terutama yang berasal dari desa-desa.

Sehingga di dalam masyarakat, orang yang keluarganya ada di perantauan biasanya memiliki kaleng biskuit yang di bawa saat pulang/mudik. Khong Guan Biskuit dengan berbagai varian model dan rasa dalam satu kaleng menjadi sangat lengkap untuk dinikmati sebagai sajian yang di suguhkan pada tamu saat lebaran. Pada saat itu Khong Guan masih tergolong sebagai makanan mewah sehingga bagi sebagian orang akan sayang sekali untuk menyajikannya bagi tamu. 

Pada saat saya kecil, ketika kakak pulang dari kota dan membawa biskuit kaleng Khong Guan maka hal utama yang akan di buru adalah Wafernya. Dan itu menjadi rebutan bagi saudara yang lain, siapa yang dulu buka dia yang akan dapatkan wafernya. Seru sekali.

Setiap perantau yang pulang ke desa rata-rata membawa Khong Guan bagai oleh-oleh keluarga. Dan bagi saya sendiri hal ini terbawa hingga sekarang, ketika saya sudah tin-miiggal di kota maka kalau mudik ke kampung halaman hal utama yang ingin di bawa adalah biscuit khong guan sebagai oleh-oleh. Praktis tapi pantas di jadikan oleh-oleh. Dan bagi penerimanya tentu saja akan sangat senanga . Selain itu setiap lebaran biasanya saya juga sengaja membeli biskuit khong guan untuk di nikmati sendiri, selain mengingatkan masa lalu, dengan adanya biskuit ini serasa sedang berada di tengah-tengah keluarga besar yang saat ini orang tuapun sudah meninggal.

Namun sekarang Khong Guan sudah sangat mudah untuk di temui hingga pelosok karena semakin menjamurnya minimarket di desa sehingga untuk dapat menikmati Khong Guan tidak harus menunggu saudara di rantau yang pulang, namun dapat membelinya langsung. 

Dan sekarang keadaan pun bergeser karena lelucon sering di buat dengan kaleng Khong Guan, seperti halnya ketika lebaran di suguhin Kong Guan tapi pas di buka ternyata isinya rengginang hehe..., hal ini tentu menjadi hal positif tersendiri karena begitu melekatnya Khong Guan di hati masyarakat.

Biskuit Khong Guan, Oleh oleh Legendaris bagi para perantau! dan sebagai pecinta Khong Guan maka lebaran belum lengkap kalau belum ada biskuit Khong Guan di rumah. Ada yang mau ceritakan pengalamannya dengan Khong Guan? tinggalkan di kolom komentar yah....

BERKUNJUNG KE MAKAM NIKE ARDILLA, SEBUAH KENANGAN PERJALANAN

Penampakan sebelum masuk Museum. Ada yang kenal? Nike Ardilla menjadi sosok artis nasional yang kepergiannya banyak di tangisi oleh publik, ...